Senin, 08 April 2013

KOMPRES


KOMPRES


            Terapi pada luka dan nyeri dapat dilakukan dengan berbagai macam motede, salah satunya dengan menggunakan efek termal (suhu). Kompres termal ini dibagi menjadi 2 metode yaitu panas dan dingin. Dari sebutannya yang membedakan 2 metode kompres ini adalah suhu yang dihantarkan saat melakukan kompres.
Suhu yang direkomendasikan untuk melakukan kompres panas dan dingin yaitu :
Deskripsi
Suhu
Aplikasi
Sangat Dingin
Dibawah 15° C
Kantong es
Dingin
15-18° C
Kemasan pendingin
Sejuk
18-27° C
Kompres dingin es
Hangat Kuku
27-37° C
Mandi spons alkohol
Hangat
37-40° C
Mandi dengan air hangat, bantalan akuatermia
Panas
40-46° C
Berendam dalam air panas, irigasi, kompres panas
Sangat Panas
Diatas 46° C
Kantong air panas untuk orang dewasa
(Fundamental of nursing; Concepts, process, and practice, 6th ed. Oleh B. Kozier, g. Erb, A. Berman, & K. Burke, 2000, Upper Saddle River, NJ; Prentice Hall Health).

Sedangkan kompres termal sendiri dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu kompres basah dan kering. Kompres basah adalah metode perawatan yang dilakukan dengan menggunakan ataupun tidak menggunakan alat penghantar sehingga sumber suhu yang berupa cairan dapat langsung menyentuh area. Kompres kering adalah suatu metode perawatan yang dilakukan dengan menggunakan alat pengantar suhu tanpa menggunakan cairan (Hevida, 2013).
Kompres kering terdiri dari 2 metode yaitu :
1.      Kompres panas kering
Kompres panas kering dapat digunakan secara lokal untuk konduksi panas, dengan menggunakan botol air panas, bantalan pemanas elektrik, bantalan akuatermia, atau kemasan pemanas disposible (Kozier & Erb; 402, 2009).
2.      Kompres kering dingin
Kompres dingin kering diberikan untuk mendapat efek lokal dengan menggunakan kantong es, kolar es, sarung tangan es, dan kemasan pendingin disposible (Kozier & Erb; 402, 2009).
            Metode kompres ini dimaksudkan untuk meningkatkan perbaikan dan pemulihan jaringan. Kompres yang dilakukan, akan menghasilkan perubahan fisiologis suhu jaringan, ukuran pembuluh darah, tekanan darah kapiler, area permukaan kapiler untuk pertukaran cairan dan elektrolit, dan metabolisme jaringan. Metode kompres yang dipilih, panas ataukah dingin tergantung pada tujuan dilakukannya kompres tersebut.
1.      Kompres panas
Bertujuan untuk menghangatkan area tubuh yang terluka.
2.      Kompres dingin
Bertujuan menyerap panas dari area tubuh yang terluka.
Kompres dingin, sering digunakan untuk meredakan perdarahan dengan cara mengkonstriksikan pembuluh darah; meredakan inflamasi dengan vasokonstriksi; dan meredakan nyeri dengan memperlambat kecepatan konduksi saraf, menyebabkan mati rasa, dan bekerja sebagai counterirritant (Kozier & Erb; 402, 2009).

Efek fisiologis kompres kering diantaranya adalah :
1.      Kompres panas
-          Vasodilatasi
-          Meningkatkan permeabilitas kapiler
-          Meningkatkan metabolisme selullar
-          Merelaksasikan otot
-          Meningkatkan inflamasi; meningkatkan aliran darah ke suatu area
-          Meredakan nyeri dengan merelaksasikan otot
-          Efek sedatif
-          Mengurangi kekauan sendi dengan menurunkan viskositas cairan sinovial
2.      Kompres dingin       
-          Vasokonstriksi
-          Menurunkan permeabilitas kapiler
-          Menurunkan metabolisme selullar
-          Merelaksasikan otot
-          Memperlambat pertumbuhan bakteri, mengurangi inflamasi
-          Meredakan nyeri dengan membuat area menjadi mati rasa, memperlambat aliran impuls nyeri, dan meningkatkan ambang nyeri
-          Efek anastesi lokal
-          Meredakan perdarahan
Indikasi pemilihan metode kompres kering :
Indikasi
Efek Panas
Efek Dingin
Spasme otot
Merelaksasikan otot dan meningkatkan kontraktilitasya
Merelaksasikan dan menurunkan kontraktilitasnya
Inflamasi
Meningkatkan aliran darah, melunakkan eksudat
Vasokonstriksi menurunkan permeabilitas kapiler, menurunkan aliran darah, memperlambat metabolisme selular
Nyeri
Meredakan nyeri, kemungkinan dengan meningkatkan relaksasi otot, meningkatkan sirkulasi, meningkatkan relaksasi psikologis, dan merasa nyaman, bekerja sebagai counterirritant
Meredakan nyeri dengan memperlambat kecepatan konduksi saraf dan menghambat impuls saraf, menyebabkan mati rasa, bekerja sebagai counterirritant, meningkatkan ambang nyeri
Kontraktur
Mengurangi kontraktur dan meningkatkan rentang pergerakan sendi dengan lebih memungkinkan terjadinya distensi otot dan jaringan penyambung

Kaku Sendi
Mengurangi kaku sendi dengan menurunkan viskositas cairan sinovial dan meningkatkan disternsibilitas jaringan

Cedera Traumatik

Meredakan perdarahan dengan konstriksi pembuluh darah, meredakan edema dengan mengurangi permeabilitas kapiler
(Fundamental of nursing; Concepts, process, and practice, 6th ed. Oleh B. Kozier, g. Erb, A. Berman, & K. Burke, 2000, Upper Saddle River, NJ; Prentice Hall Health).

Pedoman perawatan kompres
1.      Adaptasi Reseptor Termal
2.      Fenomena Rebound
3.      Efek Sistemik
4.      Toleransi terhadap suhu
5.      Kontraindikasi

Memberikan kompres kering panas
Perlengkapan
1.      Botol kantong air panas
·         Botol air panas dengan tutupnya
·         Sarung botol
·         Air panas dan sebuah termometer
2.      Bantalan pemanas elektrik
·         Bantalan elektrik dan pengontrolnya
·       Sarung ( gunakan bahan yang kedap air jika kemungkinan bagian bawah bantalan akan menjadi lembap)
·         Pengikat kasa (pilihan)
3.      Bantalan akutermia
·         Bantalan
·         Air suling
·         Unit pengontrol
·         Sarung
·         Pengikat plasa atau plaster
4.      Kemasan pemanasan disposabel
·      Satu atau dua buah kemasan pemanas disposabel yang telah dipersiapkan secara komersial
Pelaksanaan
1.   Jelaskan kepada klien apa yang akan anda lakukan, mengapa hal tersebut perlu dilakukan, dan bagaimana klien dapat bekerja sama. Diskusikan bagaimana hasilnya akan digunakan untuk merencanakan perawatan atau terapi selajutnya
2.      Cuci tangan dan obserpasi prosedur pengendalian infeksi yang tepat
3.      Berikan prifasi klien
4.      Berikan kompres panas
Memberikan Kompres Panas
Bayi/anak
Suhu air dalam botol air panas harus 40,5-46oC untuk anak-anak kurang dari 2 tahun.
Lansia
Berikan perhatian khusus saat mengkaji area yang akan diterapi dan ketika mengefaluasi efek terapi karena lensia memiliki banyak kondisi yang merupakan predisposisi terjadinya cidera pada pemberian kompres.

Memberikan kompres kering dingin
Perlengkapan
·         Kantong es, kolar es, sarung tangan es, atau kemasan dingin
·         Keping es
·         Sarung pelindung
·         Kasa gulung, sebuah bahan pengikat atau handuk, dan plester.

Pelaksanaan
1.            Jelaskan kepada klien apa yang akan anda lakukan
Mengapa hal tersebut perlu dilakukan, dan bagaimana klien dapat bekerja sama. Diskusikan bagaimana hasilnya akan digunakan untuk merencanakan perawatan atau terapi selajutnya.
2.            Cucui tangan dan observasi prosedut pengendalian infeksi yang tepat
3.            Berikan prifasi klien. Pajankan hanya area yang di kompres, dan berikan kehangatan untuk menghindari klien menggigil
4.            Siapkan klien
Bantu klien keposisi yang nyaman, dan sangga bagian tubuh yang memerlukan kompres
5.            Berikan kompres dingin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

....ATUR NUHUN....